Izrael, Bocah Kecil dari Palu yang Menginspirasi

by Admin |

Namanya Izrael Imanuel Limbara, siswa kelas II SD. Namanya mendadak viral kala media merekam ia sedang berdialog dengan Presiden Jokowi saat Presiden sedang meninjau kondisi terakhir di Hotel Roa-roa, Palu, Sulawesi.

Izrael adalah satu dari sekian banyak korban gempa dan tsunami yang menimpa Palu-Donggala. Saat gempa dan tsunami menerjang Kota Palu, Izrael sedang bermain di anjungan Pantai Talise, Kota Palu, bersama dengan saudara kembarnya, Kim Imanuella limbara.

“Izrael dan Kim bersama ayahnya, saat gempa dan tsunami, sedang bermain di anjungan,” kata Claudya Nichol Singal, salah satu kerabat Izrael.

Claudya, siswa kelas 9 SMPN 2 Palu, yang menemani Izrael selama mengungsi mengatakan bahwa saat gempa, ayah Izrael, Erik Hananiel Limbara, langsung memegang erat tangan kedua anaknya begitu melihat gulungan ommbak hitam dari tengah laut disertai suara gemuruh menuju pantai. Gelombang tsunami ini yang kemudian menyapu Pantai Talise, termasuk Izrael, Kim, ayahnya, dan orang-orang yang ada disekitar Pantai Talise.

Mereka tergulung dan terseret bersama orang dan benda apa pun yang ada di pantai. Ketiganya kemudian terdampar di rumah warga yang jauh dari pantai. Izrael mengalami luka gores di sekujur tubuhnya, sedangkan Kim saudara kembarnya lebih parah, kaki bagian bawahnya tertusuk benda hingga berlubang.

Namun, duka mendalam mereka adalah kehilangan sang ibu, Feiby Sandra Wagiu. Sang ibu menjalani takdir yang berbeda. Ia terseret arus deras tsunami dan meninggal dunia. Saat gempa dan tsunami melanda Palu, Feiby sedang berada di Total X, sebuah hotel yang dikelola olehnya. Ketika ia merasakan guncangan gempa, ia berlari keluar menuju Pantai Talise untuk mencari anak dan suaminya. Sejumlah karyawan Total X berusaha memberi tahu agar Feiby lari menjauh dari pantai. Namun, kekhawatiran dan keinginan untuk segera menemukan keluarganya mengalahkan anjuran itu. Dalam situasi yang kacau dan dengan sekuat tenaga ia menuju kedua anak dan suaminya berada. Namun, gelombang tsunami lebih dulu sampai padanya. Hingga akhirnya ia tergulung bersama derasnya air laut yang masuk ke daratan. Feiby meninggal bersama orang-orang yang berada di sekitarnya. Jenazahnya ditemukan oleh suaminya, Erik, di bawah sebuah kendaraan dalam kondisi yang mengenaskan bersama puing-puing. Kedua kembar yang menggemaskan ini ditinggal ibunya selamanya di saat mereka membutuhkan kehadiran sosok ibu.

“Izrael dan Kim itu anak yang cerdas dan aktif. Mereka juga periang,” kata Debby Sumenda, siswa kelas 3 SMA Katolik Palu yang juga dekat dengan keluarga Izrael.

Dalam berkomunikasi, Izrael dan Kim sehari-hari menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

Pasca-bencana, Izrael dan keluarga mengungsi di Perumahan Permata, rumah nenek Merry Glow atau yang akrab dipanggil Ci Nio. Di rumah inilah Claudya sering menemaninya dan mengipasi agar luka lecetnya tidak dihinggapi lalat.

“Saat tertidur, Izrael sering mengigau atau tiba-tiba terbangun. Mungkin dia masih teringat kejadian di anjungan,” ujar Claudya.

Izrael beruntung, setelah bertemu Presiden Jokowi, dia dan keluarganya langsung dibawa ke Makassar bersama neneknya, Lanny Sarongku. Dari Makassar, mereka terbang ke Bali untuk menjalani perawatan. Salah satu dari pamannya di sana adalah dokter.

Kisah Tegar Izrael Hadapi Gempa Sulteng – YouTube

Izrael hanyalah satu potret pilu anak-anak yang kehilangan orangtuanya akibat bencana yang melanda Palu, Donggala, Sigi, dan wilayah lainnya di Sulawesi Tengah.

Sumber:
http://kaltim.tribunnews.com/2018/10/06/kisah-pilu-israel-bocah-yang-dipeluk-jokowi-ibunya-meninggal-tersapu-tsunami-di-palu

Temukan Kami

IMG-INTRO
IMG-INTRO
IMG-INTRO
IMG-INTRO
IMG-INTRO
  • Daftar Lomba